banner 728x250

DPRD Balikpapan Soroti Omzet KKMP Rp1,6 Miliar: Banyak Gerai Belum Stabil

banner 120x600
banner 468x60

Gardamahakam.id, – Balikpapan β€” Omzet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan telah mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Namun, capaian tersebut mendapat perhatian dari DPRD Balikpapan lantaran masih terdapat sejumlah gerai yang dinilai belum beroperasi secara optimal.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan angka omzet tersebut perlu dicermati dan dipastikan kembali. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan belum seluruh KKMP mampu menjalankan kegiatan usaha secara stabil.

banner 325x300

β€œMasih banyak (KKMP) yang belum operasional secara maksimal dan perputaran ekonominya belum signifikan, tapi catatan omzetnya sudah demikian,” ujar Fauzi kepada DetikKalimantan, Jumat (14/8/2026).

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setya Kusuma, menyebut 33 dari 34 unit KKMP telah aktif beroperasi. Dari seluruh koperasi tersebut, omzet yang tercatat mencapai kurang lebih Rp1,6 miliar, sedangkan satu unit lainnya masih terkendala persoalan kepengurusan.

Sejumlah KKMP disebut memberikan kontribusi cukup besar terhadap capaian tersebut, di antaranya KKMP Manggar dan KKMP Graha Indah. Jenis usaha yang dijalankan juga cukup beragam dengan melibatkan banyak pengurus.

KKMP Manggar, misalnya, disebut telah membukukan omzet sekitar Rp500 juta hingga Juli 2026. Sementara KKMP Graha Indah mulai mengembangkan usaha dengan menyerap hasil produksi telur dari peternak lokal.

Meski demikian, Fauzi meminta capaian omzet tersebut kembali diverifikasi dengan kondisi faktual di lapangan. Ia menyebut masih menemukan sejumlah gerai yang baru selesai dibangun dan belum menunjukkan aktivitas ekonomi yang signifikan.

β€œSejauh dari pemantauan saya, pendapatan daripada koperasi ini belum stabil. Contohnya di Graha Indah dan Batu Ampar itu gerainya baru jadi dan belum signifikan. Nanti saya pastikan lagi terkait capaian omzet tersebut,” katanya.

Selain mengawasi perkembangan usaha KKMP, Komisi II DPRD Balikpapan juga akan mendorong keterlibatan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). KKMP diharapkan dapat mengambil peran sebagai pemasok bahan kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Fauzi menyatakan DPRD pada prinsipnya mendukung sinergi tersebut selama pelaksanaannya memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan koperasi maupun pihak lainnya.

β€œAda laporan memang arahnya ke depan itu KKMP akan supply atau bersinergi dengan program MBG. Sepanjang kebijakan tersebut pro kepada masyarakat, tentu kami Komisi II akan selalu mendukungnya,” tuturnya.

Namun, menurut Fauzi, hingga kini masih terdapat persoalan dalam menentukan skema harga antara KKMP dan program MBG. Salah satu persoalan yang muncul adalah perbedaan persepsi mengenai harga bahan kebutuhan pokok yang akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

β€œBelum menemukan formula harga yang tepat. Karena dianggapnya MBG itu terlalu murah dalam mengambil bahan sembako ke Koperasi Merah Putih. Makanya itu belum ada kesepakatan sinergitas program sejauh ini yang saya pantau,” jelasnya.

Karena itu, Komisi II DPRD Balikpapan mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengejar pembentukan koperasi, tetapi juga memastikan KKMP yang sudah berdiri dapat berkembang dan memiliki perputaran usaha yang sehat.

Menurut Fauzi, penguatan koperasi harus memperhatikan prinsip saling menguntungkan. Hal tersebut penting mengingat modal yang dikelola koperasi berasal dari anggota dan harus mampu memberikan manfaat kembali kepada masyarakat.

β€œHarus ada asas manfaat saling menguntungkan. Karena modal yang saat ini adalah modal anggota pribadi yang dikelola sedemikian rupa, tapi belum maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kerja sama KKMP dengan dapur MBG tidak justru menimbulkan persoalan baru, terutama apabila pembayaran atas pasokan bahan kebutuhan berjalan lambat. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu arus kas dan keberlangsungan usaha koperasi.

β€œKalau nanti mereka (KKMP) supply ke dapur MBG, kemudian pembayarannya lambat, dan lain sebagainya, repot nanti koperasinya tidak bisa berputar. Jadi jangan sampai memberatkan salah satu pihak,” pungkas Fauzi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *