banner 728x250

PLN Didorong Perkuat Infrastruktur Kelistrikan, Forum Kaltim Menyala Lahirkan Rekomendasi Strategis

Suasana Forum "Kaltim Menyala" membahas penguatan infrastruktur kelistrikan dan pengembangan energi berkelanjutan di Kalimantan Timur.
banner 120x600
banner 468x60

Gardamahakam.id – Samarinda – Komitmen PT PLN (Persero) dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di Kalimantan Timur mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Seiring semakin strategisnya posisi Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan salah satu daerah penghasil energi nasional, penguatan infrastruktur kelistrikan dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat. Meski pasokan listrik terus mengalami peningkatan, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, terutama pada aspek keandalan jaringan transmisi dan pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman.

Atas dasar itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur menggelar Forum “Kaltim Menyala” yang dirangkaikan dengan peluncuran kajian strategis mengenai tata kelola energi di Kalimantan Timur. Forum tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin, sebagai narasumber untuk membahas kondisi ketenagalistrikan daerah sekaligus merumuskan rekomendasi bagi pemerintah, PLN, dan para pemangku kepentingan.

banner 325x300

Dalam paparannya, Syafruddin menjelaskan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan dari sisi keandalan jaringan. Menurutnya, meskipun kapasitas daya listrik berada dalam kondisi surplus, stabilitas distribusi masih perlu diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Gangguan pada jalur transmisi utama kerap memicu efek domino yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha di sejumlah daerah, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang,” ujar Syafruddin, Selasa (30/06/2026).

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan jalur transmisi cadangan serta masih tingginya ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis energi fosil. Akibatnya, ketika pembangkit utama mengalami gangguan, sistem cadangan belum sepenuhnya mampu menjaga kestabilan pasokan listrik sehingga berpotensi menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah.

“Sebagai solusi, forum merekomendasikan percepatan pembangunan jaringan transmisi berbentuk Looping System pada jaringan 150 kV dan 275 kV. Selain itu, penerapan teknologi Smart Grid dan pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) dinilai penting untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya dalam mendukung kebutuhan energi IKN,” bebernya.

Tak hanya membahas aspek teknis, forum juga menyoroti pentingnya pemerataan manfaat sektor energi bagi masyarakat Kalimantan Timur. Ketua DPD Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur, Ulul Azmi, mendorong lahirnya kebijakan Tarif Afirmatif Daerah Penghasil agar sebagian nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam dapat dialokasikan untuk membantu subsidi tarif listrik bagi masyarakat maupun pelaku UMKM.

“Isu lain yang menjadi perhatian adalah belum meratanya akses listrik di wilayah pedalaman. Hingga saat ini, sejumlah desa di Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Berau masih belum menikmati layanan listrik selama 24 jam. Sebagian masyarakat masih bergantung pada generator diesel dengan biaya operasional tinggi dan waktu penggunaan yang terbatas,” pungkasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, forum turut merekomendasikan percepatan pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melibatkan partisipasi masyarakat. Pengembangan PLTS komunal, PLTMH, hingga pemanfaatan biomassa dari limbah perkebunan dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas akses listrik di kawasan terpencil sekaligus mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Forum “Kaltim Menyala” juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya mendorong PLN memperkuat keandalan sistem transmisi, mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, mendorong pemerintah daerah menyusun regulasi insentif bagi pengembangan EBT, serta menginisiasi kolaborasi pemuda dalam memetakan potensi energi terbarukan di desa-desa yang belum menikmati layanan listrik secara optimal.

DPD Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN atas dukungan serta memberikan fasilitasi untuk penyelenggaraan Forum “Kaltim Menyala”. Dan sinergi antara PLN, pemerintah, legislatif, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang semakin andal, merata, dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara. Ia juga menegaskan komitmen DPD Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur untuk terus mengawal kebijakan sektor energi serta mendorong peningkatan pelayanan kelistrikan yang semakin baik bagi masyarakat Kalimantan Timur. Pungkasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *