banner 728x250

Viral CCTV Wakapolsek Samarinda Ulu Dipukul Saat Evakuasi Korban Kecelakaan

banner 120x600
banner 468x60

Gardamahakam.id, – Samarinda β€” Rekaman kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap seorang anggota kepolisian saat mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Juanda, tepatnya di depan SPBU kawasan Samarinda Ulu, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Polisi yang menjadi korban pemukulan diketahui merupakan Wakapolsek Samarinda Ulu, AKP Budi Santoso.

banner 325x300

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dengan sebuah mobil Toyota Innova berwarna putih.

Dalam kecelakaan itu, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor terjepit di bawah mobil bersama kendaraannya. Melihat kondisi tersebut, AKP Budi bersama sejumlah anggota yang berada tidak jauh dari lokasi langsung membantu proses evakuasi.

β€œSecara kebetulan anggota kami dan salah satu pejabat di Polsek Samarinda Ulu sebagai Wakapolsek langsung melakukan upaya pertolongan kepada korban yang terlibat laka lantas,” ujar Asriadi, Jumat (14/8/2026).

Saat proses evakuasi berlangsung, pengemudi Innova berinisial TS (28) disebut keberatan karena sepeda motor dikeluarkan secara paksa dari bawah kendaraannya. Situasi tersebut kemudian berujung pada dugaan pemukulan terhadap AKP Budi.

Asriadi mengatakan, anggota kepolisian saat itu tetap memprioritaskan keselamatan korban yang masih dalam kondisi terjepit. Namun, TS diduga memukul AKP Budi sebanyak dua kali menggunakan tangan kosong pada bagian wajah atau rahang.

β€œYang menjadi terpenting saat itu adalah menyelamatkan korban yang masih terjepit. Namun pihak driver tidak menerima dan bahkan melakukan pemukulan sebanyak dua kali di bagian wajah atau rahang menggunakan tangan kosong,” jelasnya.

Meski mendapat pukulan, AKP Budi tetap melanjutkan proses evakuasi. Dengan bantuan warga sekitar, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari bawah mobil dan selanjutnya dibawa untuk memperoleh penanganan medis.

Asriadi menegaskan, polisi menangani dua perkara dalam kejadian tersebut, yakni kecelakaan lalu lintas dan dugaan penganiayaan terhadap anggota kepolisian. Untuk perkara dugaan penganiayaan, AKP Budi telah membuat laporan di Polsek Samarinda Ulu.

β€œYang menjadi korban dan pelapor adalah anggota kami sebagai Wakapolsek Samarinda Ulu AKP Budi Santoso,” katanya.

Polisi kemudian melakukan sejumlah langkah penyelidikan, termasuk menerima laporan, melakukan visum terhadap korban, serta mengamankan TS untuk menjalani pemeriksaan.

Hingga Jumat (14/8/2026), polisi masih mendalami motif dugaan pemukulan tersebut. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi dan membantu proses evakuasi juga dimintai keterangan sebagai saksi.

β€œMotifnya masih kami dalami. Masyarakat yang membantu juga menjadi saksi pada saat pemukulan tersebut,” ungkap Asriadi.

Selain itu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah pengemudi berada di bawah pengaruh minuman keras atau narkotika ketika kejadian berlangsung.

β€œApakah ada keterlibatan narkoba atau miras, itu yang kami dalami. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dari informasi sementara, sebelum kecelakaan terjadi TS mengemudikan mobil dari arah Jalan Antasari menuju kawasan Kadrie Oening, Sempaja. Mobil tersebut diketahui bukan milik pribadi TS karena ia bekerja sebagai pengemudi salah satu travel dengan rute Sangatta-Samarinda-Balikpapan.

Saat kecelakaan terjadi, TS berada seorang diri di dalam kendaraan. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk penyebab kecelakaan serta dugaan penganiayaan terhadap anggota kepolisian tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *