Gardamahakam.id, – Jakarta — Vokalis band RoBoKop, Clareesya, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah unggahan fotonya dengan keterangan “gaya takbir” viral di media sosial dan menuai protes dari publik. Unggahan tersebut kini telah dihapus dari akun media sosial miliknya.
Clareesya juga memberikan klarifikasi terkait foto yang diambil saat dirinya tampil dalam festival musik The Sounds Project. Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah dirinya dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penistaan agama.
Dalam klarifikasinya, Clareesya mengakui unggahan tersebut telah menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial @clareesya.
“Dengan ini saya, Clareesya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan postingan saya di Threads,” ujarnya.
Clareesya menjelaskan, foto tersebut dibuat sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur setelah mendapatkan kesempatan tampil di salah satu festival musik yang telah lama diimpikannya. Ia membantah adanya maksud untuk menghina atau merendahkan keyakinan tertentu.
“Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan, yaitu dapat berkesempatan bermain dalam sebuah konser sebesar acara tersebut,” katanya.
Menurut Clareesya, momentum pengunggahan foto tersebut kemudian menimbulkan penafsiran berbeda di masyarakat. Ia menyadari konteks dan waktu unggahan turut memengaruhi persepsi publik terhadap maksud foto tersebut.
“Sehingga rasa syukur dan isi hati yang sebenarnya saya maksudkan dapat dipahami atau ditafsirkan ke arah yang berbeda dari maksud saya,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan tidak memiliki niat melakukan penistaan maupun merendahkan agama atau kepercayaan pihak mana pun. Clareesya juga menyatakan akan menjadikan persoalan tersebut sebagai pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Apabila postingan tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan kemudian menimbulkan kegaduhan, dengan tulus memohon maaf,” ucapnya.
Di sisi lain, laporan polisi terhadap Clareesya tetap tercatat di Polda Metro Jaya. Muhammad Dimas Saputra disebut sebagai pihak yang melaporkan vokalis tersebut. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 13 Agustus 2026.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. Polemik ini juga muncul di tengah sorotan terhadap penyelenggaraan The Sounds Project, menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan konten atau tantangan menghafal Al-Qur’an yang dikaitkan dengan hadiah minuman keras. Informasi tersebut turut memicu reaksi di media sosial.













