Gardamahakam.id Polresta Samarinda kembali meningkatkan pengawasan malam hari selama bulan suci Ramadan guna menekan aksi balap liar dan berbagai pelanggaran lalu lintas. Dalam operasi yang melibatkan personel Samapta dan Satuan Lalu Lintas tersebut, sebanyak 20 unit sepeda motor diamankan karena tidak memenuhi standar kelengkapan berkendara.
Kegiatan patroli dilaksanakan pada malam hari sebagai tindak lanjut atas laporan warga mengenai maraknya balap liar yang kerap muncul selepas berbuka puasa hingga menjelang sahur.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.
“Kegiatan malam ini adalah patroli gabungan dari Samapta dan Satlantas untuk mencegah balap liar. Rata-rata kendaraan yang diamankan karena surat-surat tidak lengkap atau kondisi motor tidak sesuai standar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penertiban, sebagian besar kendaraan yang diamankan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong. Selain itu, ditemukan pula motor tanpa spion, penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, hingga dokumen kendaraan yang tidak lengkap.
“Ada yang knalpotnya brong, spion tidak lengkap, TNKB tidak sesuai, serta STNK yang bermasalah. Semua itu kami tindak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kendaraan yang tidak sesuai standar bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Sebanyak 20 kendaraan yang terjaring langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Para pemilik dikenakan sanksi tilang sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan.
“Kendaraan yang diamankan akan diberikan surat tilang. Untuk mengambil kendaraan, pemilik wajib melengkapi surat-surat dan mengembalikan kondisi motor ke standar seperti semula,” tegasnya.
Menurutnya, langkah penindakan tersebut tidak semata-mata bertujuan memberi sanksi, melainkan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih disiplin dan tertib berlalu lintas.
Lebih lanjut, Ilham juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak memanfaatkan malam Ramadan untuk aktivitas negatif seperti balap liar.
“Ramadan masih panjang.
Daripada melakukan kegiatan yang membahayakan seperti balap liar, lebih baik gunakan waktu untuk kegiatan positif,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti beristirahat di rumah atau berbagi makanan sahur kepada warga yang membutuhkan.
“Selain mengganggu masyarakat, balap liar juga sangat berbahaya bagi pengendara itu sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kami harap ini bisa dikurangi,” tutupnya. (SIK)

















