banner 728x250

DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Kasus Bunuh Diri

banner 120x600
banner 468x60

Gardamahakam.id – Maraknya kasus bunuh diri di Samarinda belakangan ini menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai fenomena tersebut bukan hanya masalah kota, melainkan juga bagian dari persoalan global.

Puji menyebut derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital membawa dampak yang tidak selalu positif. Ia menilai masyarakat yang tidak memiliki pegangan kuat pada nilai agama maupun spiritual akan lebih rentan terhadap tekanan hidup.

banner 325x300

“Teknologi dan modernisasi berkembang pesat, tapi jika hati nurani dan ajaran agama tidak diinternalisasi, ruang batin seseorang akan kosong,” jelasnya.

Ia menambahkan, rapuhnya keyakinan pada Tuhan kerap membuat individu melihat bunuh diri sebagai satu-satunya jalan keluar. Hal ini, menurutnya, mencerminkan lemahnya ketahanan emosional masyarakat.

Meski begitu, Puji menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini. Ia menyebut program Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai upaya membekali generasi muda dengan pemahaman tentang kesehatan mental.

“Sosialisasi sudah dilakukan dari SD, SMP, hingga SMA lewat UKS dan MPLS. Harapannya, anak-anak dan remaja bisa membentengi diri agar tidak terjerumus pada keputusasaan,” pungkasnya, Minggu (10/8/2025).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *