Gardamahakam.id – Menyusul kabar yang beredar terkait dugaan kerusakan flyover di Samarinda, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mendorong adanya koordinasi lintas instansi dalam menangani isu tersebut. Ia menilai, sinergi antar lembaga menjadi kunci agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Pengawasannya bisa dari Dishub bersama PUPR, sementara untuk perbaikan tentu kewenangan penuh ada di PUPR,” jelasnya.
Menurut Rohim, pengawasan yang terkoordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) penting untuk mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan. Ia juga meminta agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bagian infrastruktur yang berisiko.
Politikus tersebut menambahkan, pemeriksaan lapangan harus dilakukan segera mengingat flyover menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Ia menekankan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan atau tindakan yang diambil pemerintah.
“Flyover ini dipakai masyarakat setiap hari, jadi tidak boleh ada keraguan soal keamanannya. Segera cek di lapangan, dan kalau memang ada kerusakan langsung ditangani,” tutupnya.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi, Rohim berharap potensi kerusakan dapat segera diatasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur kota tetap terjaga.

















