Gardamahakam.id – Pengaruh media sosial terhadap perkembangan anak-anak kian menjadi sorotan. Ribuan konten dengan bahasa kasar muncul setiap hari, sehingga tanpa pengawasan orang dewasa, anak-anak mudah menirunya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.
Menurutnya, tanggung jawab terbesar tidak hanya berada di pundak pemerintah. Orang tua, guru, hingga tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan teladan yang baik bagi generasi muda.
“Kalau pejabatnya berbicara kasar, kalau gurunya merokok sembarangan atau bahkan berdebat di depan murid dengan cara yang tidak sehat, itu jadi contoh buruk. Anak-anak akan meniru,” katanya.
Sri Puji menegaskan, literasi harus menjadi benteng utama untuk menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital. “Begitu buka medsos, ribuan kata-kata tidak pantas langsung terlihat. Itu sangat mudah ditiru. Karena itu, literasi harus kita tingkatkan. Literasi bukan hanya membaca, tapi juga bagaimana kita menyerap ilmu, membangun karakter, dan meniru hal-hal positif,” ungkapnya.
Kepada generasi muda Samarinda, ia berpesan agar lebih bijak memanfaatkan dunia digital. “Mari tingkatkan literasi dan numerasi, supaya karakter kita semakin kuat. Kalau pejabat, guru, orang tua, dan masyarakat memberi contoh bicara lembut dan sopan, anak-anak pasti akan meniru hal yang baik,” pesannya.

















